Home / Pendidikan Politik / Kritisi Kebijakan Pemerintah, Pengamat Desak Supaya Perang Dihentikan

Kritisi Kebijakan Pemerintah, Pengamat Desak Supaya Perang Dihentikan

‎Jakarta – Dalam acara diskusi halal bil halal pengamat, ngobrol, ngulik santai, stand up bareng para pengamat membahas pernyataan Presiden Prabowo yang akan ‘menertibkan’ para pengamat. Acara ini digelar di Komunitas Utan Kayu, Jakarta Timur, Selasa 21/03/26.

‎Dalam acara diskusi ini dihadiri Dosen Sosiologi Ubedilah Badrun (Pengamat Sosial Politik-UNJ), Ray Rangkuti (Pengamat Politik-Lingkar Madani), Feri Amsari (Pengamat & Ahli Hukum Tata Negara-Universitas Andalas), Alif Iman (Pegiat Demokrasi-STF), Saeful Mujani (Pengamat Politik-UIN), AL Araf (Pengamat Militer), Sukidi (Pengamat Politik Kebangsaan – UIN), Dipo Satria Ramli (Pengamat Ekonomi), Arif Susanto (Pengamat Politik), Almas Syafrina (Pengamat & Pegiat Anti Korupsi), Lucius Karus (Pengamat Pemilu), Romo A. Setyo Wibowo (Pengamat Etika Politik), Kusfiardi (Pengamat Ekonomi), Danang Widyoko (Pengamat Transparansi Kebijakan), Titi Anggraeni (Pengamat Pemilu), Islah Bahrawi (Pengamat Terorisme & Timur Tengah), Jilal Mardhani (Pemerhati Kebijakan Publik), Heru Hendratmoko (Pemerhati Sosial), Nugroho Dewanto (Pengamat Media), Danar Sirojudin (Pegiat Keterbukaan Informasi Publik), Antonius Danar (Pengamat Kebijakan Publik), sedangkan Anthony Budiawan (Pengamat Ekonomi), setelah terkonfirmasi tidak dapat hadir.

‎‎Para pengamat mempertanyakan siapa pengamat yang dimaksud dan apa yang membuat presiden jengkel, para pengamat juga membahas penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus dari Kontras, yang dianggap sebagai tindakan terorisme, dalam hal ini para pengamat perlu menekankan pentingnya menjaga demokrasi dan kebebasan berpendapat.

‎‎Beberapa pengamat juga mengkritik kebijakan pemerintah yang dianggap tidak transparan dan tidak berdasarkan rekam jejak dan kompetensi, para pengamat menekankan pentingnya menjaga integritas dan akuntabilitas pemerintah.

‎Selain mengkritisi kebijakan pemerintah, para pengamat juga desak perang supaya dihentikan.

Dalam kesempatan wawancara pers dengan pengamat teroris & timur tengah Islah Bahrawi menjelaskan bahwa dengan kita menentukan sikap berada di bawah payung-payung kemanusiaan ini, dengan sendirinya kita akan berusaha mendesak secara politik supaya perang ini cepat dihentikan sebenarnya,”Ujarnya.

‎Diskusi juga menyentuh isu ekonomi, seperti kemungkinan kenaikan harga BBM, nilai tukar rupiah terhadap dolar semakin rendah dan dampak El Nino terhadap penyediaan bahan pokok, Islah Bahrawi menekankan pentingnya pemerintah memiliki sense of crisis dan mengambil kebijakan yang progresif.

‎Diskusi diakhiri dengan foto bersama, sebagai simbol tanda bukti solidaritas dan komitmen untuk menjaga demokrasi dan kebebasan berpendapat. Iws

Satu Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *