Home / Politics & Socials / Aktivis Gerakan Serikat Buruh Deklarasikan Dewan Buruh Nasional Jelang Peringatan 1may Day 2025

Aktivis Gerakan Serikat Buruh Deklarasikan Dewan Buruh Nasional Jelang Peringatan 1may Day 2025

Jakarta—- Dalam rangka memperjuangkan haq kaum buruh, serta memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, demikian sepenggal deklarasi dikumandangkan dengan harapan terwujudnya amanat konstitusi Undang-Undang Dasar 1945 agar kaum buruh ikut memperjuangkan, mencerdaskan, dan mensejahterakan kaum buruh Indonesia.

Deklarasi dibacakan di depan halaman rumah Prof Oetoyo Usman Jl Sekolah Duta Raya No 23 Pondok Indah Jakarta Selatan.1/05/2025.

Aktivis gabungan serikat buruh mendeklarasikan berdirinya Dewan Buruh Nasional Indonesia.

Ketua Umum Serikat Buruh Merdeka Saut Haritonang menyatakan bahwa organisasi buruh di Indonesia sudah ada hampir 30-an konfederasi. Federasinya sudah hampir 140 organisasi sehingga tidak jelas arahnya.

Lebih lanjut Ia menjelaskan Hubungan Industrial adalah bagaimana menciptakan perusahaan maju, dari kemajuan perusahaan maka pengusaha mendapatkan keuntungan dan buruh mendapatkan kesejahteraan seharusnya, oleh karena itu berdirinya Dewan Buruh Nasional ini adalah untuk membuat suatu kanalisasi kepada arah daripada hubungan industrial yang sangat sportif, memajukan perusahaan. Sehingga dari perusahaan yang maju, maka muncullah kesejahteraan buruh yang selama ini diidam-idamkan. Ujarnya.

Dalam kesempatan wawancara dengan KH Drs Muhammad Gufron menyatakan bahwa Dewan Buruh Nasional ini adalah sebuah solusi bisa dijadikan wadah demokratisasi dalam rangka membicarakan persoalan perburuhan di Indonesia. Karena pemerintah saat ini gerakannya kurang tajam. Hanya sebatas seremonial, kunjungan dan lain sebagainya.

Tapi bagaimana mempertemukan pemikiran buruh nasional, tokoh-tokoh buruh dikumpulkan, dimintai pikirannya untuk para pekerja dan buruh ke depan itu tidak ada. Jadi sekedar pendekatan kekeluargaan saja. Ketemu dijamu, ditemui buruh merasa bangga, habis itu selesai, tetapi tidak tajam terhadap bagaimana buruh diajak berdiskusi. Karena diskusi ini sangat penting, dalam ajaran Islam, silaturahim tidak hanya sekedar bertemu, silaturahim yang mempunyai muatan pahala yang sangat banyak bisa ditingkatkan menjadi silatul Fikri. Jadi bisa mempertemukan pikiran, bisa berhalaqah, berdiskusi dalam rangka membicarakan persoalan perburuhan yang ada di Indonesia maupun yang ada di dunia. Setelah itu baru ada silatul amal.

Bagaimana hasil diskusi diaplikasikan dalam bentuk program buruh, program pekerja yang ada di Indonesia, setelah itu baru membangun silatul ukhuwah, bagaimana membangun persatuan kebersamaan, maka membangun solidaritas buruh itu tidak begitu saja bisa dibangun tanpa melalui silaturahim, tanpa melalui diskusi dan kerja sama program kedepan, ujarnya.

Sementara itu Aktivis gerakan Serikat Buruh Muslim Indonesia Sucipto Raharjo SH,MH berharap dengan telah lahirnya Dewan Buruh Nasional Indonesia ini akan melindungi kaum buruh mempertahankan usaha bagi pengusaha supaya kaum buruh bisa bekerja, intinya mengawal undang-undang Cipta Kerja yang akan diganti kembali dengan putusan MK 168 tahun 2013. Bukan hanya slogan menang, tidak hanya slogan sejahtera, tapi menang dalam berpikir, menang dalam berusaha, menang dalam menata negara, pungkasnya. Iws *

 

DEWAN PENGURUS PUSAT   GASBUMI JAKARTA

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *