Bogor – Barisan Penggerak Supremasi Sipil (BAPERSIPIL) menggelar diskusi publik untuk menyikapi maraknya pihak-pihak yang mempolitisasi bencana serta mendiskreditkan Pemerintah, institusi Polri, TNI, dan lembaga negara lainnya. Kegiatan ini digelar di Caffe Bento Kopi, Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (12/1/26).
Diskusi ini menghadirkan Politisi Partai Gerindra yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Wamendes PDTT), Ahmad Riza Patria, sebagai pembicara utama.
Selain itu, hadir pula Praktisi Hukum Fuad Abdullah, perwakilan MPI DPP KNPI Syamtidar Tomagola, serta Penggagas BAPERSIPIL Ade Adriansyah Celoteh Abah.
Diskusi ini menyoroti fenomena penggunaan isu bencana dan kebijakan pemerintah sebagai alat kepentingan politik tertentu yang dinilai dapat merusak persatuan serta kepercayaan publik terhadap negara dan institusi negara.
Dalam sambutannya, Politisi Partai Gerindra yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Wamendes PDTT), Ahmad Riza Patria, menegaskan pentingnya menjaga semangat kebangsaan dan gotong royong.
Lebih lanjut Wamendes Riza Patria mengatakan bahwa Pembangunan SDM dan Swasembada Pangan Jadi Prioritas Presiden Prabowo
Riza Patria menegaskan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian besar pada pembangunan sumber daya manusia dan ketahanan pangan nasional.
Menurut nya, pembangunan nasional tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas manusia Indonesia. Salah satu program strategis yang dijalankan adalah makan bergizi gratis, yang dinilai sebagai langkah konkret untuk menyiapkan generasi yang sehat dan produktif
“Presiden Prabowo memiliki visi 3T, yakni terbaik, terbanyak, dan terbangun. Inilah menjadi arah kebijakan pembangunan nasional,” ujar Riza Patria. pada acara Silaturahmi dan Diskusi Publik yang diadakan BAPERSIPIL di Bento Kopi jalan Alternatif GOR Pakansari pada Senin (12/1/2026) Sore
Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah telah mendorong pembangunan lebih dari 80 ribu koperasi desa di seluruh Indonesia sebagai upaya memperkuat ekonomi rakyat dari desa. Koperasi desa diharapkan menjadi motor penggerak kemandirian ekonomi masyarakat.
Lebih lanjut, Riza Patria menegaskan bahwa pada tahun 2025 Indonesia ditargetkan tidak lagi bergantung pada impor beras. Pemerintah menargetkan swasembada pangan, khususnya beras, sebagai bagian dari upaya mewujudkan kemandirian bangsa.
“Ketahanan pangan sangat erat kaitannya dengan keamanan negara. Negara yang kuat adalah negara yang mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri dan berdiri di atas kaki sendiri,” tegasnya.
Dengan fokus pada pembangunan desa, sumber daya manusia, dan sektor pangan, pemerintah optimistis Indonesia mampu menjadi bangsa yang mandiri, berdaulat, dan sejahtera.








