Jakarta – Panitia undang para pimpinan konfederasi dan federasi serikat pekerja/buruh untuk hadir dalam diskusi dan buka puasa bersama. Acara digelar di Mindtown Residence (Town Hall Restaurant) Lt. 1 Tower 1, Jl. TB Simatupang No.20 Cilandak Barat, Kec.Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa 10/03/26.
Acara ini dihadiri beberapa pimpinan Konfederasi, Federasi, dan anggota perwakilan serikat buruh, selain membahas persoalan internal organisasi konfederasi, serikat pekerja/buruh juga mencermati gejolak politik ekonomi, Industri hingga perang. Ketua Umum KSPSI, Jumhur Hidayat berharap perang ini segera selesai dengan kemenangan Iran. Jika Iran menang, maka perdamaian di Gaza akan lebih mudah tercapai, dan Presiden kita akan memiliki peran yang sangat baik dalam mengakhiri perang ini.
”Perang ini harus segera selesai karena akan berdampak buruk pada ekonomi kita, terutama pada harga-harga yang meningkat. Kemenangan Iran juga akan membuat Israel tidak lagi mengganggu Gaza secara brutal,” ujar Jumhur Hidayat.
Jumhur Hidayat juga menekankan pentingnya strategi untuk mengatasi dampak perang ini. “Indonesia memiliki ketahanan ekonomi yang cukup kuat, sehingga kita dapat menghadapi situasi ini dengan baik. Namun, kita harus tetap waspada dan tidak lengah,” tandasnya.
Sementara itu dalam ceramahnya, Rocky Gerung mengatakan bahwa kesadaran kelas buruh harus berubah menjadi perjuangan kelas. “Buruh dari awal menjadi sokoh guru dari produksi energi, namun sekarang pintu utama tertutup dan energi sulit diperoleh,” kata Rocky Gerung.
Ia juga mengatakan bahwa problem utama negeri ini adalah mengubah orientasi pembangunan. “Kita punya menteri keindustrian tapi enggak tahu bikin apa hari ini,” katanya.
Rocky Gerung juga menekankan pentingnya sosialisme dalam mengelola negeri ini. “Keringat kita bertemu dengan keringat presiden mengkristal di situ membentuk kimia baru. Kimia apa itu? sosialisme. Presiden bicara di panggung dibisikin oleh jumhur lempar jagat ini supaya keringat Bapak, bersatu dengan buruh penanda pertama bahwa buruh ingin negeri ini diolah secara sosialisme bukan secara kapitalisme,” tandas bung Rocky.
Diskusi dan berbuka puasa bersama ini menandai semangat baru pergerakan buruh Indonesia yang terus berjuang untuk hak-hak pekerja dan memberikan rasa keadilan untuk semua, dengan kesadaran sepenuhnya buruh Indonesia siap menghadapi tantangan dunia dan membangun masa depan yang lebih baik lagi. ***Iws








