Depok — Hadir Sholat Id yang bertepatan dengan 10 Zulhijah 1446 Hijriah, warga tetap semangat ikuti dan melaksanakan Sholat Idul Adha di Mushola Darul Farid Cisalak Pasar, Cimanggis, Kota Depok. Jum’at pagi, 06/06/25.
Sholat Id pada hari Perayaan Idul Adha umat Islam tahun ini di Mushola Darul Farid petugas yang bertindak sebagai Imam serta Khatib Ust Royani S,Ag, Bilal saudara Nursani.
Dalam kesempatan ini disampaikan oleh pengurus DKM Mushola Darul Farid Saudara Moh. Asshiddiqie, yaitu maklumat dan mendoakan yang masih terbaring sakit semoga Allah angkat penyakitnya dan disehatkan serta mengajak jemaah yg hadir bahwa saat ini sudah selayaknya kita bersama bersyukur dengan tiba saatnya perayaan hari besar Islam yaitu Idul Adha.
Mudah-mudahan saudara kita yg sedang melaksanakan ibadah haji diberikan kesehatan sehingga menjalankan dan mendapatkan keridhaan Allah SWT menjadi Haji mabrur dan mabrurrah, kita berharap agar tahun yang akan datang hendaknya kita mohon kepada Allah agar kita juga bisa dipanggil diberangkatkan ke kota suci Mekah dalam rangka haji ataupun umrah, ucapnya.
” Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar Walillahilhamd ”
Dalam kesempatan khutbah, khatib mengajak sekali lagi Kita bersyukur kepada Allah Subhanahu wa taala, Alhamdulillah bahwa kita dapat berzikir kepada Allah dengan membesarkan namanya. Bertakbir, bertahmid, dan bertahlil dalam rangka ubudiah kita kepada Allah Subhanahu wa taala – dalam rangka untuk memperkuat Iman kita kepada Allah Subhanahu wa taala, Idul Adha artinya kembali kepada berkorban.
Menyoroti tentang kisah awal mulanya peristiwa Idul Adha, Khatib, Ust Royani – menjelaskan bahwa peristiwa Idul Adha ini diabadikan oleh Allah Subhanahu wa taala dan dilanjutkan oleh Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi wasallam yang bermula dari tiga orang aktor yang sangat dicintai oleh Allah Subhanahu wa taala yaitu Nabi Ibrahim Alaih Salam, Nabi Ishak Alaih salam, Nabi Ismail alaih Salam serta istri tercinta yaitu Siti Hajar.
Bermula bahwa Nabi Ibrahim Alaih Salam seorang yang patuh kepada Allah Subhanahu wa taala. Seorang yang sangat dermawan sehingga tidak makan kalau tidak berjamaah kepada orang. Bahkan Nabi Ibrahim selalu mencari teman untuk makan bersama, dan Nabi Ibrahim adalah nabi yang kaya raya, punya peternakan sangat banyak sehingga dia mengorbankan apa saja. Bahkan 300 unta, 300 hewan dan juga 300 sapi dikorbankan untuk dibagikan kepada orang lain – sehingga malaikat pun sangat kagum dengan kedermawanan Nabi Ibrahim – sehingga timbul rasa kemanusiawian daripada Nabi Ibrahim mengatakan ” untuk Allah jangankan harta, apa saja anak pun kalau ada saya korbankan,” ungkapnya.
Secara tidak sadar, waktu itu Nabi Ibrahim belum dikaruni seorang anak. Maka ketika diberikan anak bertahun-tahun lamanya sehingga anak itu pun menjadi besar sebelum balig. Maka ditagihlah janji yang pernah dilontarkan ketika dia mengatakan, “Jangankan harta benda, anak pun saya akan korbankan – Demi Allah Subhanahu wa taala.” Biasanya manusia ketika belum punya mengatakan sesuatu, tetapi setelah punya maka sesuatu itu akan ditarik kembali. Maka Allah sebelum memberikan anak tidak diminta untuk disembelih. Tetapi setelah Nabi Ibrahim lupa dan ditagihlah oleh Allah Subhanahu wa taala.
Maka tatkala setelah usia yang bisa diajak bicara selesai bekerja beliau berkata ya bunayya wahai putraku inni aril manawi sesungguhnya aku bermimpi melihat kamu di dalam mimpi asbahuka aku menyembelihmu maka bagaimana pendapatmu? menjawab Ismail alaihi salam, ya Wahai ayahku kerjakanlah apa yang diperintahkan Allah kepadamu. Insyaallah Mudah-mudahan engkau mendapati aku termasuk orang yang sabar. Sabar adalah kunci utama daripada kesuksesan manusia. Sabar adalah nilai yang paling tinggi di hadapan Allah Subhanahu wa taala.
Lebih lanjut ustadz Royani menyampaikan bahwa sesungguhnya Allah selalu bersama orang-orang yang sabar. Mudah-mudahan kita diberikan kesabaran oleh Allah Subhanahu wa taala sehingga bisa berjuang, berkorban demi Allah subhanahu wa taala. Apabila Allah memanggil, apabila Allah meminta sesuatu, maka kita harus rela berkorban mengeluarkan apa saja yang Allah pinta untuk menegakkan agama Islam, ucapnya.
Maka perjalanan daripada Nabi Ibrahim dilanjutkan oleh Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Sehingga orang yang berkorban pada saat ini maupun di sini ataupun di kota Makkah mendapatkan pahala yang begitu besar. Bahkan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, “Man wajatan musana.” Barang siapa orang yang diberi keluasan rezeki oleh Allah Subhanahu wa taala di saat-saat yang sangat krusial, di saat-saat yang sangat penting pada hari ini diberikan rezeki yang begitu banyak. Falam yudha, malah tidak berubudiah, tidak berkurban. maka janganlah mendekat kepada tempat ibadahku.
Artinya tidak diakui sebagai umat yang sempurna oleh Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Bilamana saat waktu Idul adha atau berkurban mereka punya uang, punya harta tetapi tidak mau mengeluarkannya maka tidak dianggap sebagai umat yang sempurna oleh Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Maasyiral muslimin sidang Idul Adha rahimakumullah. Mudah-mudahan kita selalu diberikan keluasan rezeki oleh Allah Subhanahu wa taala sehingga kita rela berjuang berkorban demi mendapatkan keridhaan Allah SWT .
Kiranya kisah ini menjadi suri tauladan – Khatib mengajak agar kita selalu meningkatkan taqwa kita kepada Allah Subhanahu wa taala dalam arti taqwa yang sebenar-benarnya taqwa agar kita dapat menjalani perintah Allah dan menjauhi apa yang dilarang oleh Allah subhanahu wa taala. Amin ya rabbal alamin. *** Iws

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM
Ayoo…Bantu Bangun Kembali Masjid Palestina !!








