Jakarta – Penutupan resmi World Peace Forum ke‑9 berlangsung di Jakarta, dengan sambutan dari Menteri Agama Prof. Dr. Nasaruddin Umar yang memimpin upacara penutupan. Senin (6/11/ 2025),
Forum yang berlangsung selama dua hari tersebut mengusung tema “Wasathiyat Islam dan Tionghoa untuk Kolaborasi Global”. Dalam sambutannya, Menteri Umar menegaskan bahwa istilah Islam dalam bahasa Arab sudah mengandung makna “posisi tengah” (ruba‘i) antara salam perdamaian dan Islam penyerahan total, sehingga menambahkan kata wasathiyah menjadi berlebih.
“Islam Wasathiyah sebenarnya agak redundan, karena dalam filsafat bahasa Arab Islam sudah berada di tengah antara salam dan Islam,” ujar Menteri Nasaruddin Umar.
Ia juga menyoroti hubungan historis antara Islam dan Tiongkok, mengutip hadis “Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China” serta penemuan keramik Tiongkok di Masjid Nabawi.
Setelah sesi sambutan, Prof. Dr. Din Syamsuddin, Ketua Center for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC), menyampaikan apresiasi kepada para penyelenggara, sponsor, dan peserta internasional yang berjumlah sekitar 70 orang dari 26‑32 negara. Ia menekankan bahwa forum ini tidak berakhir pada penutupan, melainkan menjadi langkah awal bagi kolaborasi lebih lanjut, termasuk rencana penyelenggaraan World Peace Forum Regional Asia di Timor Leste tahun depan.
Panitia juga mengumumkan dukungan dari sejumlah institusi, antara lain Cheng Ho Multicultural Education Trust, Muhammadiyah, Bank Nasional Indonesia (BNI), Danamon Syariah, Alfamart, Siloam Hospitals, serta Bank Syariah Indonesia (BSI).
Acara penutupan diakhiri dengan doa bersama, tepuk tangan, dan sesi foto bersama Menteri Agama serta perwakilan delegasi asing. Penyelenggara mengundang peserta untuk menghadiri makan malam perpisahan yang diselenggarakan oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, pada pukul 18.30 di balaikota DKI dan hotel tempat peserta menginap.
World Peace Forum ke‑9 diharapkan dapat memperkuat jaringan perdamaian antar‑agama dan budaya, serta menjadi landasan bagi inisiatif kolaboratif selanjutnya dalam rangka mencapai perdamaian global.** Iws









Satu Komentar
https://shorturl.fm/bN8TU