Dr.H.M.Suaidi,M.Ag.
Nilai peradaban di bulan Ramadhan berpusat pada pembentukan karakter unggul melalui disiplin, empati sosial, ketakwaan, dan persatuan, menjadikannya momentum transformasi diri serta kebangkitan spiritual. Ramadhan melatih kesabaran, kepedulian (zakat/sedekah), serta penyucian jiwa yang menjadi fondasi masyarakat beradab.
Ramadhan berfungsi sebagai rekayasa sosial dan spiritual untuk melahirkan generasi tangguh yang mampu memajukan peradaban, baik dari sisi relasi kepada Allah SWT maupun sesama
Dari Anas RA, sahabat bertanya, ‘Wahai Rasulullah, sedekah apa yang paling utama?’ Rasulullah SAW menjawab, ‘Sedekah di bulan Ramadhan’ (HR. At-Tirmidzi).
Puasa mengajarkan empati terhadap sesama. Menahan lapar dan haus membuat muslim merasakan penderitaan orang miskin, mendorong solidaritas, dan menyeimbangkan hubungan horizontal antarmanusia
Ramadhan berperan sebagai sekolah kehidupan yang melatih kejujuran, disiplin, dan pengendalian diri, yang merupakan pondasi peradaban unggul
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Barangsiapa yang menegakkan lailatul qadar (mengisi dengan ibadah) karena iman kepada Allah dan mengharapkan pahala (hanya dariNya) maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu, dan barangsiapa yang melaksanakan shaum Ramadhan karena iman kepada Allah dan mengharapkan pahala (hanya dariNya) maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.
Selamat menjalankan Puasa ramadhan.








