Home / Pendidikan Agama / ‎Ramadan Syahrul Qiyam

‎Ramadan Syahrul Qiyam

Dr.H.M.Suaidi,M.Ag.

‎‎Ramadhan sebagai Syahrul Qiyam (Bulan Menghidupkan Malam) bermakna bulan mulia untuk meningkatkan ketaqwaan dengan memakmurkan malam hari melalui shalat Tarawih, Tahajud, Witir, serta membaca Al-Qur’an dan doa. Ibadah ini, terutama shalat Tarawih, menjanjikan pengampunan dosa terdahulu bagi mereka yang mengerjakannya dengan iman dan ikhlas.

‎‎Secara bahasa, Qiyamul Lail berarti berdiri di malam hari untuk ibadah. Dalam konteks Ramadhan, ini merujuk pada menghidupkan malam-malam Ramadhan dengan shalat, khususnya shalat tarawih berjamaah.

‎‎Ulama menyepakati bahwa Qiyam Ramadhan yang dianjurkan Rasulullah SAW merujuk pada shalat Tarawih yang dilaksanakan setelah Isya hingga menjelang Subuh.

‎‎Syahrul Qiyam menekankan bahwa selain menahan lapar dan haus (puasa/shiyam) di siang hari, umat Islam dianjurkan memaksimalkan ibadah di malam hari, terutama pada 10 malam terakhir untuk mencari Lailatul Qadar.

‎‎Sebagai Syahrul Qiyam, Ramadhan (shalat tarawih,tahajud,witir,tadarus, al Qur’an,dzikir dan berdo’a)menjadi kesempatan emas untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, tidak hanya dengan menahan diri dari yang membatalkan puasa, tetapi juga dengan mengaktifkan malam-malamnya untuk beribadah.

‎‎مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إيْمَا نًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

‎‎Barangsiapa beribadah (menghidupkan) bulan Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu (HR Bukhari dan Muslim).

‎‎Selamat menjalankan Ibadah puasa.

‎‎Ramadhan sebagai Syahrul Qiyam (Bulan Menghidupkan Malam) bermakna bulan mulia untuk meningkatkan ketaqwaan dengan memakmurkan malam hari melalui shalat Tarawih, Tahajud, Witir, serta membaca Al-Qur’an dan doa. Ibadah ini, terutama shalat Tarawih, menjanjikan pengampunan dosa terdahulu bagi mereka yang mengerjakannya dengan iman dan ikhlas.

‎‎Secara bahasa, Qiyamul Lail berarti berdiri di malam hari untuk ibadah. Dalam konteks Ramadhan, ini merujuk pada menghidupkan malam-malam Ramadhan dengan shalat, khususnya shalat tarawih berjamaah.

‎‎Ulama menyepakati bahwa Qiyam Ramadhan yang dianjurkan Rasulullah SAW merujuk pada shalat Tarawih yang dilaksanakan setelah Isya hingga menjelang Subuh.

‎Syahrul Qiyam menekankan bahwa selain menahan lapar dan haus (puasa/shiyam) di siang hari, umat Islam dianjurkan memaksimalkan ibadah di malam hari, terutama pada 10 malam terakhir untuk mencari Lailatul Qadar.

‎Sebagai Syahrul Qiyam, Ramadhan (shalat tarawih,tahajud,witir,tadarus, al Qur’an,dzikir dan berdo’a)menjadi kesempatan emas untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, tidak hanya dengan menahan diri dari yang membatalkan puasa, tetapi juga dengan mengaktifkan malam-malamnya untuk beribadah.

‎‎مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إيْمَا نًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

‎‎Barangsiapa beribadah (menghidupkan) bulan Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu (HR Bukhari dan Muslim).

‎Selamat menjalankan Ibadah puasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *