- Jakarta,- Dewan Eksekutif Mahasiswa Institut Pembina Rohani Islam Jakarta IPRIJA sukses gelar seminar nasional bertajuk “Optimalisasi Peran Mahasiswa dalam Menumbuhkan Jiwa Entrepreneurship dan Leadership Islami di Era Disrupsi Menuju Society 5.0”. Acara diadakan di Aula Masjid Darul Ulum Institut Pembina Rohani Islam Jakarta, Sabtu 25/04/26.
Acara ini menghadirkan Gus Moh. Abd Aziz Nawawi, Ph.D, Asisten Profesor Pendidikan dan Entrepreneurship sekaligus founder Santri Mendunia, sebagai narasumber utama. Rangkaian acara meliputi pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars IPRIJA.
Ketua Pelaksana Ismi Isbi Tsalisa berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan kesadaran mahasiswa untuk menjadi agen perubahan yang berjiwa entrepreneur dan pemimpin Islami di tengah era disrupsi.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor III IPRIJA, Dr. H. Ahmad Bahrudin, M.A., menegaskan bahwa mahasiswa harus meneladani empat sifat Rasulullah yaitu Siddiq, Amanah, Tabligh, dan Fathanah untuk menjadi pemimpin dan Entrepreneur Islami.
Sebelum materi utama, peserta disuguhi penampilan musik dari group musik MUJA Musisi IPRIJA, nyanyikan lagu Laskar Pelangi. Moderator Aufa Zaki membacakan profil lengkap Gus Moh. Abd Aziz Nawawi, Ph.D merupakan Asisten Profesor Pendidikan dan Entrepreneurship, penulis best-seller nasional, master trainer, serta founder Santri Mendunia yang telah menjelajahi 38 negara di 5 benua. Saat ini, Gus Aziz menjabat sebagai Direktur The Academy Trainer dan Motivator Internasional, CEO PT Ekspor Santri Milenial Indonesia, serta aktif di berbagai organisasi internasional.
Dalam pemaparannya, Gus Aziz menjelaskan konsep Society 5.0 sebagai era di mana teknologi seperti AI telah menyatu dengan kehidupan manusia untuk menciptakan kemudahan dan kenyamanan. Ia menegaskan bahwa mahasiswa harus mampu memanfaatkan AI, bukan menghindarinya, untuk mengembangkan usaha dan kepemimpinan Islami. Gus Aziz juga berbagi pengalaman tentang pentingnya sikap “siap” terhadap setiap peluang positif, menghormati orang tua, serta terus aktif belajar tanpa merasa hebat dan tetap biasa saja.
Sesi tanya jawab berlangsung hangat membahas strategi membangun bisnis UKM dari nol hingga optimalisasi AI bagi wirausaha muda. Seminar ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Wildan Isnan, dilanjutkan foto bersama seluruh peserta dan pemberian sertifikat kepada narasumber serta foto bersama. Iws








